Tubuh manusia tidak dapat mentoleransi suhu yang terlalu rendah maupun terlalu tinggi.
Seseorang yang berada di luar ruangan dengan temperatur udara di bawah minus 29 derajat celcius tanpa mengenakan pakaian yang cukup tebal akan beku dan berakhir pada kematian karena tubuhnya kehilangan panas. Temperatur tubuh normal adalah 37 derajat celcius, dan ketika temperatur udara lebih rendah dari temperatur tubuh kita, panas akan mengalir dari tubuh kita. Pada temperatur udara sedang (berkisar antara 15-20 derajat celcius), tubuh kita tidak terlalu bermasalah, bahkan sesungguhnya temperatur udara sedang sangat dibutuhkan karena tubuh memproduksi panas berlebih dari yang kita butuhkan dan harus dilepas sebagian.
Suatu kondisi di mana temperatur tubuh turun disebut dengan hypothermia. Penurunan panas tubuh antara 1-2 derajat celcius mengakibatkan tubuh gemetar. Hal ini adalah merupakan salah satu upaya tubuh kita untuk menaikkan temperatur tubuh melalui gerakan dari sendi-sendi otot. Penurunan yang lebih drastis lagi akan mengakibatkan kehilangan kesadaran dan bahkan kematian. Kebalikan dari kondisi di atas disebut hyperthermia. Hal ini dapat disebabkan oleh tingginya udara di luar maupun faktor dari dalam tubuh kita sendiri yaitu ketika seseorang menderita demam.
Seseorang yang berada di luar ruangan dengan temperatur udara di bawah minus 29 derajat celcius tanpa mengenakan pakaian yang cukup tebal akan beku dan berakhir pada kematian karena tubuhnya kehilangan panas. Temperatur tubuh normal adalah 37 derajat celcius, dan ketika temperatur udara lebih rendah dari temperatur tubuh kita, panas akan mengalir dari tubuh kita. Pada temperatur udara sedang (berkisar antara 15-20 derajat celcius), tubuh kita tidak terlalu bermasalah, bahkan sesungguhnya temperatur udara sedang sangat dibutuhkan karena tubuh memproduksi panas berlebih dari yang kita butuhkan dan harus dilepas sebagian.
Suatu kondisi di mana temperatur tubuh turun disebut dengan hypothermia. Penurunan panas tubuh antara 1-2 derajat celcius mengakibatkan tubuh gemetar. Hal ini adalah merupakan salah satu upaya tubuh kita untuk menaikkan temperatur tubuh melalui gerakan dari sendi-sendi otot. Penurunan yang lebih drastis lagi akan mengakibatkan kehilangan kesadaran dan bahkan kematian. Kebalikan dari kondisi di atas disebut hyperthermia. Hal ini dapat disebabkan oleh tingginya udara di luar maupun faktor dari dalam tubuh kita sendiri yaitu ketika seseorang menderita demam.