29 Agustus 2011

Kamboja, Bunga Kuburan Pembawa Kesembuhan


Bunga kamboja bagi kebanyakan orang hanya dianggap sebagai bunga kuburan karena lokasi penanamannya memang kurang strategis. Di Bali maupun Hawai, bunga ini memiliki derajat yang lebih tinggi bahkan dikenakan sebagai hiasan tubuh. Namun apapun pandangan orang terhadap bunga ini, manfaat kesehatan yang dimilikinya ternyata jauh lebih dahsyat dari yang dapat Anda pikirkan.
Bunga ini memang selalu ada sepanjang tahun dan sangat menyukai sinar matahari yang berlimpah, ciri khas tanaman daerah tropis. Bunganya ada yang berwarna putih dan merah. Namun untuk bahan obat alami, kamboja putih lebih sering dimanfaatkan karena selain bunganya besar-besar, kamboja putih juga lebih gampang ditemukan.

Tahukah Anda bahwa bunga kamboja bisa Anda santap sebagaimana bunga pepaya dan bunga turi? Diolah ala Jepang, ala Jawa Barat maupun ala Jawa Timur dapat Anda lakukan. Bunga kamboja ini berkhasiat meredakan demam, menghentikan batuk, melancarkan keluarnya air seni, menghentikan mencret karena disentri, mencegah pingsan karena hawa panas dan menyembuhkan sembelit (jika dikonsumsi dalam jumlah banyak).

Untuk mengkonsumsi bunga kamboja, Anda tidak boleh asal kunyah sehabis mencabut dari pohon. Pertama, Anda harus mencucinya dengan bersih dan dibuat menjadi layu dulu dengan tujuan agar getahnya hilang lalu dimakan mentah atau dikukus. Cara lain, ambil mahkotanya saja, karena di sana tidak ada getah. Sedangkan bagian tangkai bunga (tempat menguncupnya bunga), harus dibuang sebelum dimakan karena merupakan sumber getahnya. Jika Anda malas memakannya, Anda bisa merebus bunga ini dan meminum air rebusannya sebanyak 3 kali sehari.

Meskipun resep di atas selalu menghindari getahnya, namun sesunguhmya getah pohon kamboja sendiri tetap memiliki khasiat yang baik bagi tubuh. Jika dioleskan pada bagian yang sakit sebanyak 2-3 kali sehari, maka getah tersebut bisa mempercepat pematangan bisul, merontokkan kutil dan kapalan, mengeluarkan benda (tulang ikan atau duri) dari bawah kulit serta menyembuhkan tumit yang pecah-pecah. Untuk mendapat getah, patahkan pangkal daun atau potong batang kamboja. Tapi hati-hati, getah ini jangan sampai kena mata karena bisa mengakibatkan kebutaan.

Potongan batang, kulit batang atau bagian akar kamboja juga bisa dipakai sebagai obat luar untuk mengempiskan bengkak, menyembuhkan borok atau untuk menghaluskan kulit yang pecah-pecah. Caranya, tinggal rebus saja dan air rebusan yang masih hangat dapat dioleskan atau dipakai merendam bagian yang sakit.

Dan hebatnya lagi, walaupun masih dalam penelitian, senyawa fulvoplumierin yang terdapat pada daun, batang dan akar kamboja ditemukan dapat dipakai untuk menghambat perkembangan kuman TBC, menghambat disentri, radang saluran pernafasan dan hepatitis. Semoga penelitiannya bisa cepat selesai dan diterapkan, berhubung tanaman yang satu ini sangat mudah ditemukan.

Jadi, sudah saatnya bagi Anda untuk tidak lagi menganggap remeh bunga yang satu ini. Tanggalkan imej ‘bunga kuburan’ dan mulai manfaatkan khasiat kesehatan yang dimilikinya. Karena memang ciptaan yang satu ini tidak pernah mengecewakan.